Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Resep Kue Nastar

Resep Kue Nastar

Siapkan bahan-bahan berikut :
1.      Margarin                      ½ kg
2.      Rombuter                    ½ ons
3.      Wisman                       ½ ons
4.      Telur                            8 butir (3 putih telur dan 5 kuning telur)
5.      Gula halus                   8 sendok makan
6.      Tepung terigu              kurang lebih 1kg
7.      Susu                            secukupnya

Cara pembuatan : Campur semua bahan kecuali tepung terigu dengan menggunakan mixer setelah rata baru masukkan tepung terigu lalu aduk kembali adonan hingga semua bahan tercampur, kemudian cetak adonan dan jangan lupa masukkan selai nanas kedalam adonan nastar tersebut. Oleskan juga kuning telur diatas adonan agar saat matang tidak terlihat pucat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep Kue Putri Salju

Resep Kue Putri Salju

Bahan-bahan yang diperlukan :
1.      Margarin                      ½ kg
2.      Rombuter                    1 ½ ons
3.      Wisman                       ½ ons
4.      Gula halus                   8 sendok makan
5.      Telur                            5 putih telur dan 3 kuning telur
6.      Tepung terigu              1 kg (secukupnya)
7.      Susu dancow               3 sachet

Cara pembuatan : Campur semua bahan kecuali tepung terigu dengan menggunakan mixer aduk hingga menjadi adonan, lalu masukkan tepung terigunya setelah itu cetak adonan sesuai keinginan kemudian masukkan adonan yang telah dicetak ke dalam open (pemanggang kue).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resep Kue Sagu

Resep Kue Sagu

Bahan-bahan yang diperlukan :
1.      Sagu tani                     ½ kg
2.      Tepung maizena          250gr
3.      Margarin                      250gr
4.      Gula halus                   300gr
5.      Telur                            5 butir (kuningnya saja)
6.      Keju                            ½ batang

Cara pembuatan : Margarin dan gula halus di kocok (campur) lalu masukkan sagu, telur dan tepung maizena kocok kembali adonan tersebut lalu setelah semuanya rata masukkan keju yang telah di parut halus, setelah adonan telah rata tercampur cetaklah adonan tersebut sesuai dengan keinginan anda kemudian masukkan ke dalam pemanggang kue sampai berwarna kecoklatan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rumah Hantu Part II

            Saat kami semua melihat ada tirai lagi didepan dan ada cahaya terangnya kami semuapun yakin kalau itu adalah pintu keluar, lalu kami yang ada dibelakang lari untuk mendahului menuju pintu keluar tersebut eh ternyata di dekat pintu tersebut ada hantunya juga dan kami semua berteriak kembali tetapi kali ini kami tidak salah menduga kalau itu pintu keluar.
            Kami semuapun mendobrak tirai dari pintu keluar tersebut, saat kami semua keluar orang-orang yang ada di luar tersentak kaget melihat ke arah kami dan tertawa-tawa karena pakaian dan rambut kami sangat berantakan sekali. Ada yang rambutnya seperti disasak, bajunya urak-urakan dan muka kami semuanya pucat, setelah kami menemukan tempat duduk diluar rasanya itu legaaa sekali, sejenak mengingat dan bercerita apa saja yang kami alami di dalam kepada satu teman kami yang tidak ikut masuk ke dalam rumah hantu, teman kami pun tertawa dengan puas mendengar ketakutan kami semua.
            Sambil menunggu kelompok kedua kamipun terus-terusan bercerita hal yang mengerikan sampai hal yang lucu saat kami berada di dalam rumah hantu, ada teman kami yang ternyata bajunya robek karena di tarik-tarik dan ada juga yang tangannya terluka karena tertabrak dinding, semuanya kami ceritakan diluar tak ada satupun cerita yang terlewatkan.
            Saat kelompok kedua keluar itulah giliran kami yang kaget karena mereka semua keluar dengan biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, hanya sebagian saja yang histeris berteriak sambil tertawa dan hal itu sangat berbeda dengan kelompok kami yang keluar dengan sangat rusuh dan kucel. Tetapi semuanya kami anggap untuk menghibur diri semata saja walaupun kami ketakutan tetapi kami merasa havefun dan puas berteriak di dalam.
            Untuk yang perempuan tidak mau lagi dan kapok masuk ke dalam rumah hantu seperti itu tetapi berbeda dengan yang laki-laki, mereka ingin masuk sekali lagi dengan teman-teman laki-laki yang tidak dapat ikut hari itu. Mereka malah mau mengajak hantu yang ada di dalam mengobrol dan mau bertanya-tanya haha itu gokil abis.
            Pokoknya petualangan kami masuk ke dalam rumah hantu adalah hal yang sangat seru, mengesankan dan menyenangkan bagi kami semua.
           

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rumah Hantu Part I

Pada hari kamis tanggal 26 April 2012 saya dan teman-teman kampus mencoba uji nyali dengan berniat memasuki rumah hantu yang ada di salah satu mall di Depok, awalnya kami semua ragu untuk masuk tetapi karena kami sudah niat dan terlanjur ada disana makanya kami semua memberanikan diri untuk masuk ke rumah hantu tersebut. Akhirnya salah satu teman kami mengumpulkan uang lalu membeli tiket masuknya, setelah itu kami langsung menuju tempat antrian masuk dengan sangat gelisah kami berebutan memilih posisi, ada yang ingin didepan, dibelakang, ditengah dan pokoknya kami membuat tempat antrian rumah hantu menjadi sedikit rusuh. Haha
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya kami mendapat giliran untuk masuk, tetapi kelompok kami dibagi menjadi dua karena jumlah dari kami sangat banyak jadi dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok saya berjumlah 8 orang terbagi atas perempuan dan laki-laki dan menjadi kelompok pertama, dan kemudian kelompok saya mulai memasuki pintu awal dari rumah hantu tersebut.
Ketika kami masuk kedalam suasananya seram mencekam, tidak ada cahaya, dan banyak suara gemuruh tidak jelas, waah itu membuat pegangan kita masing-masing menjadi tambah erat terhadap teman didepannya, baru saja kami masuk tetapi hantunya sudah mulai bermunculan dan mengeluarkan suara yang membuat kami berteriak sekeras-kerasnya. Sebagian dari kami ada yang tidak berani membuka mata jadi perjalanan kami di dalam sangat rusuh karena sering menabrak dinding dan kesandung alat-alat yang ada di dalam rumah hantu itu, di dalam itu banyak sekali hantunya dan rata-rata semuanya memiliki rambut yang panjang dan sering mengeluarkan suara seram huuh sungguh mengerikan.
Saat kami di dalam waktu seakan lama sekali dan kami tidak menemukan pintu keluar apalagi sudah banyak hantu yang bermunculan dan ada juga yang mengikuti kita dari belakang dan ada juga yang menakut-nakuti lewat jendela, suara kami pun tak henti-hentinya berteriak dan menabrak dinding. Ada juga teman saya yang sangat ketakutan lalu menyuruh hantunya itu untuk tidak bersuara, hal itu membuat kami semua menjadi tertawa tetapi tidak menyurutkan rasa takut kami. Pada pertengahan jalan kami semua hampir terjatuh dan merubah posisi menjadi acak-acakan karena semuanya ingin mendahului takut dikejar oleh hantunya, saat itu kami semua menjadi tidak karuan main tarik-tarikan baju dan menjadi sulit untuk berjalan karena tertahan oleh teman yang menarik baju.
Lorong demi lorong kami tempuh, namun tak ada satupun lorong yang tak ada hantunya pasti semua ada hantunya. Kami semua sudah merasa sangat lelah sekali karena tidak menemukan pintu keluarnya dan ketika kami melihat ada tirai akhirnya kami buru-buru untuk menuju ke tirai tersebut tapi ternyata itu bukan tirai pintu keluar tapi malahan tirai dari pintu selanjutnya. Akhirnya kami berjalan lagi mengikuti lorong-lorong yang ada di dalam rumah hantu itu dengan rasa takut yang mencekam, hantu-hantu juga sudah sangat banyak yang berkeliaran dan membuat hampir semua dari kami tidak berani untuk membuka mata.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Seketika Menjadi Lawan


Ada sebuah cerita tentang sekumpulan orang  sebut saja ‘kelompok’ yang baru berteman dan menjadi teman main yang dekat, dahulu mereka selalu bersama kemana-kemana, ceria bersama, tertawa bersama, bahkan sampai dalam keadaan susah pun mereka selalu bersama-sama. Tetapi setelah beberapa bulan mereka berteman tiba-tiba salah satu teman mereka ada yang menjadi menjauh dan seperti gengsi untuk bergabung lagi dengan kumpulannya tersebut, memang teman mereka yang satu ini adalah lelaki satu-satunya didalam kumpulan itu.
Setelah teman mereka itu jauh, kelompok itu tetap kompak dan tidak mau peduli dengan si lelaki karena menurut mereka si lelaki tersebut seperti musuh dalam selimut yang hanya mendekati kelompok itu untuk memanfaatkan mereka dalam hal pelajaran saja, lagi pula si lelaki tidak memberi kejelasan mengapa dia menjadi jauh dengan kelompok yang awalnya selalu bermain dengannya itu. Awalnya kelompok tersebut memang tidak menyadari kalau si lelaki mulai menjauh dari mereka tetapi lama-kelamaan mereka menyadari dengan melihat si lelaki selalu tidak ada saat mereka sedang bermain.
Lalu mereka bersikap seperti biasa saja (tidak terjadi apa-apa), dan pada suatu hari didalam kelas ada kejadian yang menunjukkan betapa jahatnya si lelaki dengan sengaja  meremehkan kelompok tersebut. Kejadiannya berawal dari sebagian kelompok ada yang sedang menjalankan tugas presentasi lalu si lelaki mengajukkan pertanyaan, kemudian salah satu anggota kelompok ada yang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh si lelaki tersebut. Tetapi dengan lantang si lelaki menyanggah jawaban dari anggota kelompok tersebut, karena mereka menerima sanggahan maka mereka menjelaskan kembali dengan perlahan kepada si lelaki tetapi jawabannya tetap di sanggah juga lalu saat sebagian kelompok dan si lelaki sedang berdebat akhirnya dosen mereka menengahi dan menjelaskan bahwa jawaban yang diberikan oleh anggota kelompok itu benar dan tetapi walaupun hal itu sudah di bilang benar oleh dosen si lelaki tetap saja kekeh menganggap bahwa jawaban tersebut salah.
Karena kejadian itu kelompok menjadi mengetahui sifat asli dari si lelaki, apalagi setelah hari itu ada kejadian lagi yang menunjukkan bahwa si lelaki hanya memanfaatkan mereka saja. Mereka menilai hal tersebut pada saat mereka diberikan latihan soal oleh dosen lalu kelompok bisa mengerjakan latihan tersebut dan tiba-tiba si lelaki datang ke kelompok dan ikut mengerjakan latihan dengan bimbingan salah satu dari kelompok, saat latihan telah selesai kelompok baru menyadari bahwa tadi kelompok dihampiri oleh si lelaki dan si lelaki meminta bantuan kelompok untuk mengerjakan latihan yang diberikan oleh dosen. Saat menyadari hal tersebut kelompok merasa menyesal telah membantu si lelaki karena setelah latihan tersebut selesai, si lelaki kembali ke perkumpulan barunya dan meninggalkan kita tanpa sepotong kalimat ‘terima kasih’.
Sekarang kelompok sudah mengetahui sifat asli dari si lelaki, namun kelompok tidak mau menjadikan si lelaki menjadi musuh karena kelompok berpikir tidak ada gunanya juga menjadikan si lelaki sebagai musuh. Bikin lelah hati saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS