Pengantar Telematika
Penulisan Rujukan
Berkaitan dengan sistem keamanan komputer jaringan, maka dikenal pula istilah Kriptografi. Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamaan pesan atau data. Kehidupan kita saat ini dilingkupi oleh kriptografi. Mulai dari transaksi di mesin ATM, transaksi di di bank, transaksi dengan kartu keredit, mengunakan kartu cerdas, percakapan memalui telepon genggam, e-commerce melalui intenet, sampai mengaktifkan peluru kendali pun menggunakan kriptografi. Begitu pentingnya kriptografi untuk keamanan informasi (information security), sehingga jika berbicara mengenai masalah keamanan yang berkaitan dengan penggunaan komputer, maka orang tidak bisa memisahkannya dengan kriptografi (Munir 2006).
- Serangan Pasif. Sebuah serangan dimana pihak yang tidak berhak mendapatkan akses ke suatu asset dan tidak merubah isinya (misalnya menguping). Serangan pasif dapat berupa menguping atau analisis lalu lintas (kadang disebut analisisaliran lalu lintas).
- Serangan Aktif. Sebuah serangan dimana pihak yang tidak berhak membuat perubahan pada sebuah pesan, data stream, atau file. Dimungkinkan untuk mendeteksi tipe serangan tapi ini mungkin tidak bisa dicegah.
- menggunakan access control atau melakukan pembatasan terhadap MAC address dan IP address.
- menggunakan tools ebtables dan arp tables untuk mengantisipasi packet injection.
- Menerapkan WDS (Wireless Distribution System).
- Penggunaan Captive Portal.
http://www.slideshare.net/rmharahap/prosiding-oss3p2ilipi
BAB II
- Izh-har muthlaq
- Izh-har halqi
Abstrak dan Daftar Pustaka
Pengertian Abstrak
Abstrak adalah bagian yang menjelaskan pokok masalah secara singkat
dalam pembahasan suatu karya ilmiah. Dalam sebuah abstrak, umumnya juga
diterakan kata kunci dari karya ilmiah yang ditulis tersebut.
Tujuan Abstrak
Tujuan Abstrak adalah untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca
tentang apa yang terdapat dalam suatu karya ilmiah. Selain itu, abstrak
juga bermanfaat untuk menghindari terjadinya duplikasi dalam sebuah
penelitian.
Contoh Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui efektifitas penerapan pidana denda kepada pelaku tindak pidana korupsi serta untuk mengetahui faktor-faktor yang memepengaruhi penerapan pidana denda kepada pelaku tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Klas IA Kendari
Tipe penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian normatif empiris. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dimana data primer diperoleh langsung dari lapangan melalui teknik wawancara dan data sekunder diperoleh dengan menelusuri dokumentasi, buku-buku serta literatur yang relevan dengan penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa, penerapan pidana denda kepada pelaku tindak pidana korupsi belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dapat dilihat dari fakta hukum yang menunjukan bahwa pelaku lebih memilih melaksanakan pidana kurungan dari pada melaksnakan pidana denda. Selain itu pula pidana denda tidak mampu mengembalikan keuangan atau kerugian Negara dalam jumlah yang signifikanOleh karena itu penerapan pidana denda pada pelaku tindak pdana korupsi belum efektif digunakan sebagai alat untuk mengembalikan keuangan atau perekonomian Negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pidana denda adalah perangakat peraturan perundang-undangan yang belum memadai karena pidana denda masih menjadi pilihan alternatif dalam menjatuhkan pidana kepada pelaku serta tingkat pengetahuan aparat penegak hukum mengenai tindak pidana korupsi yang juga belum memadai.
Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai hubungan dengan sebuah karya ilmiah.
Tujuan Daftar Pustaka
Sebuah daftar pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, artikel, majalah, harian itu secara keseluruhan. Tujuannya adalah agar pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dapat mencarinya dengan bantuan daftar pustaka.
Contoh Daftar Pustaka
a. Dengan seorang pengarang
Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.
b. Buku dengun dua atau tiga pengarang
Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New York: Henry Holt and Company, Inc.,1958
c. Buku dengan banyak pengarang
Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964
d. Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc.. 1964.
Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Dalam
menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus
diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah
pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat
sebuah karangan ilmiah :
A. Pemilihan Topik
Pemilihan
topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah
penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan
mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak
untuk dibaca.
B. Pembahasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
- menampilkan informasi latar belakang,
- menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian,
- memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis,
- menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu,
- menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan,
- membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi),
- memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
C. Pemilihan Judul
Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah:
- Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
- Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian.
- Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.
- Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.
- Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.
D. Menentukan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini :
- Menambah struktur pengetahuan.
- Mengembangkan metode penelitian.
- Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan formulasi kebijakan.
- Mengevaluasi program.
- Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.
E. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
- Penyusunan outline (kerangka karangan) secara garis besar dapat dilakukan dengan menggunakan pola alamiah dan pola logis.
- Macam–macam outline ( kerangka karangan ) dapat berdasarkan atas : sifat rinciannya dan berdasar perumusan teksnya.
- Syarat outline ( kerangka karangan ) yang baik adalah sebagai berikut :
- Tesis atau pengungkapan harus jelas.
- Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
- Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide jelas.
- Harus menggunakan simbol yang konsisten.
F. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah
1. Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.
2. Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Sebelum Anda memulai menulis, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan Anda tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah Anda di dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaian. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.
3. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi itu sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasi calon pembaca tepat. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan Anda, maka otomatis Anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akn sulit bagi Anda untuk memilih dan memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.
Alinea
Pengertian Alinea
Alinea
adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari
sebuah kalimat yg merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat
sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus
mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam
suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.
Tujuan Pembentukan Alinea
1.
Menyalurkan penjelsan ide-ide atau gagasan pikiran secara detail karena
terdiri dari ide pokok dari penjelsan ide dan juga paragraf merupakan
bagian atau petaan-petaan dalam wacana.
2. Memisahkan
dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan
kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan
perhentian yang lebih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih
terarah.
3. Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan
menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya
boleh mengandung suatu tema, bila terdapat dua tema, maka dipecahkan
menjadi dua alinea.
Macam-macam Alinea
- Berdasarkan Tujuannya
Alinea pembuka :
Alinea pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas
menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Alinea penghubung :
Alinea penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada
pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada alinea
pembuka.
Alinea penutup : Alinea penutup
biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali
(untuk eksposisi) menenai hal-hal yang dianggap penting.
- Berdasarkan letak kalimat utama
Paragraf Deduktif
Letak kalimat utama di awal paragraf dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
Paragraf Induktif
Letak kalimat utama di akhir paragraf. diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
Paragraf Campuran
Letak
kalimat utama di awal dan di akhir paragraf kalimat utama yang terletak
di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak
berbeda.
Contoh Alinea
Perubahan
telah terjadi pada industri tradisional.Berbagai jenis peralatan produk
baru seperti mesin potong, mesin pres, mesin bor, mesin bubut mesin las
kini telah meningkat kapasitasnya dengan berlipat ganda. Kapasitas
mesin potong pada industri modern telah banyak meningkat sebanyak ribuan
kalilipat selama 1900-an. Hal ini dimungkinkan karena telah
ditemukannya logam yang tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan
sangat tinggi. Disamping itu, telah tercipta pula mesin-mesin peralatan
yang sangat kuat untuk mendukung proses tersebut. Ide pokok pada
paragraph diatas dikembangkan dngan menggunakan contoh.ide pokok
terdapat pada bagia awal jadi alinea ini juga merupakan alinea deduktif.






